KetikPos.com, Palembang — Di tengah rangkaian acara yang sarat nuansa seni, ada satu momen yang tak kalah penting: penyerahan wastra khas Palembang sebagai simbol pelestarian budaya.
Kain blongsong dan motif pelimaran, dua warisan tekstil tradisional Palembang, diserahkan oleh Griya Tuan Kentang kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan (Kamis, 16/4/2026).
Kain yang diserahkan, karya koperasi produksi tenun Bina Wastra Berdaya yaitu bagian unit produksi dari Griya Kain Tuan Kentang.
Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda bahwa pelestarian budaya tetap berjalan seiring dengan perkembangan seni modern, termasuk musik dangdut.
Pengelola Griya Tuan Kentang, Sofyan Candra, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra Palembang kepada masyarakat luas.
“Ini juga bagian dari bagaimana kami menyambut tamu sekaligus memperkenalkan produk budaya lokal. Kami dipercaya untuk menampilkan hasil karya wastra khas Palembang,” ujarnya.
Wastra tersebut diterima Kepala BPK Sumsel Sri Gunarto diwakili staf BPK Sumsel, Wanda Lesmana.
Lebih dari sekadar kain, blongsong dan motif pelimaran menyimpan nilai sejarah, estetika, serta identitas masyarakat Palembang. Kehadirannya dalam acara ini menjadi pengingat bahwa budaya tidak hanya untuk dirayakan, tetapi juga dijaga dan diwariskan.
Penyerahan ini sekaligus mencerminkan kolaborasi antara pelaku budaya dan lembaga pelestarian dalam menjaga kekayaan lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus zaman.