KetikPos.com, Palembang – Di sebuah sudut tenang kawasan Tuan Kentang, waktu seolah berjalan lebih lambat. Di sana, di antara gulungan benang yang belum menjadi apa-apa, lahir sebuah proses yang nyaris tak terdengar, namun menyimpan makna yang dalam: pelimaran.
Bagi sebagian orang, kain adalah hasil akhir. Namun bagi para pengrajin di Griya Kain Tuan Kentang, kain justru adalah akhir dari perjalanan panjang—perjalanan yang dimulai dari benang-benang polos yang “ditanami” cerita.
“Pelimaran itu bukan sekadar teknik. Ini proses awal di mana motif sudah ditentukan bahkan sebelum kain ditenun,” ujar Sofyan Candra, perlahan, seolah menjaga ritme cerita yang ia sampaikan.
Menanam Motif, Merajut Takdir
Di banyak tempat, motif lahir setelah kain terbentang. Tapi di sini, logika itu dibalik. Motif justru hadir lebih dulu—ditanam di atas benang yang masih terurai, rapuh, dan belum memiliki bentuk.
Pelimaran adalah tentang merancang sesuatu yang belum terlihat. Tentang keyakinan bahwa apa yang dikerjakan hari ini, akan muncul indah di masa berikutnya.
Dua bilah bambu sederhana menjadi alat utama. Ujungnya dililit benang kecil, menyerap warna, lalu digerakkan perlahan di atas helaian benang. Tidak ada suara keras, hanya gesekan halus dan napas yang dijaga tetap stabil.
Setiap sentuhan bukan sekadar memberi warna, tetapi juga menentukan nasib motif. Satu kesalahan kecil bisa mengubah keseluruhan hasil.
“Karena itu tidak bisa tergesa-gesa. Harus sabar. Harus tenang,” kata Sofyan.
Ketelitian yang Nyaris Tak Terlihat
Pelimaran menuntut lebih dari sekadar keterampilan teknis. Ia meminta keselarasan antara mata, tangan, dan perasaan.
Mata harus tajam membaca pola.
Tangan harus halus menjaga ritme.
Dan hati—harus cukup tenang untuk tidak terburu-buru.
Dalam diamnya proses ini, tersimpan hitungan yang presisi. Jarak antar warna, kedalaman serapan, hingga urutan sapuan menjadi bagian dari perhitungan yang tak tertulis, namun diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya rumit. Ini pengalaman yang tidak bisa instan dipelajari,” jelas Sofyan.