Dari Beranda Perbatasan ke Panggung Nasional: Li Claudia Chandra dan Arti Kepemimpinan yang Menghubungkan

photo author
Admin, Ketik Pos
- Jumat, 17 April 2026 | 11:01 WIB
Dari Beranda Perbatasan ke Panggung Nasional: Li Claudia Chandra dan Arti Kepemimpinan yang Menghubungkan (dok)
Dari Beranda Perbatasan ke Panggung Nasional: Li Claudia Chandra dan Arti Kepemimpinan yang Menghubungkan (dok)

 

KetikPos.com, Jakarta – Di peta Indonesia, kawasan perbatasan sering dipandang sebagai garis akhir. Namun di tangan Li Claudia Chandra, batas justru berubah menjadi titik awal—ruang bertemunya ide, kepentingan, dan masa depan.

Pengakuan atas cara pandang itu datang melalui KWP Awards 2026. Dalam ajang dua tahunan tersebut, Li Claudia dianugerahi penghargaan sebagai pemimpin perempuan pendorong inovasi dan kolaborasi di kawasan perbatasan—sebuah kategori yang tidak hanya menilai capaian, tetapi juga arah kepemimpinan.

Ia memang tidak hadir langsung di lokasi acara. Namun kehadirannya tetap terasa melalui pesan yang diwakilkan oleh Ariastuty Sirait, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam. Pesannya sederhana, tetapi tegas: pembangunan tidak pernah berdiri sendiri.

“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang kerja bersama,” begitu kira-kira makna yang ingin ia sampaikan.

Membaca Perbatasan dengan Cara Berbeda

Batam bukan sekadar kota industri. Ia adalah simpul strategis yang berhadapan langsung dengan dinamika global—arus barang, manusia, dan ide bergerak lebih cepat di sini dibanding banyak wilayah lain.

Di ruang seperti itu, kepemimpinan tidak cukup hanya administratif. Ia harus lentur, responsif, dan mampu menjembatani berbagai kepentingan.

Di sinilah gaya kepemimpinan Li Claudia terbentuk. Ia menempatkan kolaborasi sebagai fondasi—menghubungkan pemerintah daerah dengan pusat, merangkul pelaku usaha, sekaligus menjaga agar masyarakat tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan.

Penghargaan dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menjadi semacam penanda bahwa pendekatan tersebut tidak hanya relevan di tingkat lokal, tetapi juga diakui secara nasional.

Perempuan dan Arah Baru Kepemimpinan

Di balik penghargaan itu, ada narasi yang lebih luas: tentang perempuan dalam ruang kepemimpinan.

Li Claudia bukan sekadar representasi, melainkan refleksi perubahan. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan tidak hanya hadir untuk melengkapi, tetapi juga untuk membentuk arah.

Dalam konteks pembangunan perbatasan, perspektif ini menjadi penting. Karena wilayah seperti Batam membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fisik—ia memerlukan pendekatan yang inklusif, sensitif, dan berorientasi jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Admin

Tags

Rekomendasi

Terkini

X