“IMF melihat kita cukup adaptif menghadapi guncangan global,” ujar Purbaya.
Lebih jauh, IMF disebut akan menyampaikan kepada komunitas internasional mengenai negara-negara dengan performa ekonomi yang dinilai baik—dan Indonesia termasuk dalam pembahasan tersebut.
Dari Validasi ke Peluang
Respons positif juga datang dari Bank Dunia serta lembaga pemeringkat internasional. Tidak hanya memberi penilaian, mereka juga mulai membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Hal ini menandakan satu hal: kepercayaan mulai terbangun.
Dan dalam konteks ekonomi global, kepercayaan sering kali menjadi pintu masuk bagi arus investasi.
Purbaya optimistis, dampaknya akan segera terasa di pasar keuangan domestik.
“Harusnya dalam waktu dekat, arus modal akan mulai masuk dan mendorong pasar kita,” ujarnya.
Mengelola Persepsi, Menguatkan Realitas
Apa yang terjadi di Washington bukan sekadar forum diskusi. Ia adalah ruang di mana persepsi global dibentuk—dan kali ini, Indonesia berhasil mengelolanya dengan cukup baik.
Namun di balik itu, ada pekerjaan yang lebih besar: memastikan bahwa kepercayaan tersebut didukung oleh realitas di dalam negeri.
Karena pada akhirnya, yang diuji bukan hanya rencana, tetapi konsistensi dalam menjalankannya.
Momentum yang Tidak Boleh Hilang
Dengan respons positif dari berbagai pihak, Indonesia kini berada dalam posisi yang cukup strategis. Tapi seperti halnya momentum lainnya, peluang ini tidak datang dua kali.
Tantangan global masih ada. Tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Namun setidaknya, Indonesia kini memiliki satu modal penting: pengakuan.